LPKA Berkebun
“Menambah Ketrampilan sekaligus terapi penyembuhan mental”
Pada tanggal 18 – 20 Desember
2015 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerjasama dengan Yayasan Indonesia
Inisiatif Biru Lestari ( WAIBI ) menyelenggarakan “Festival Napi Berkebun” di Jakarta, yang mana kegiatan ini
merupakan suatu perwujudan dari Visi Pemasyarakatan Produktif sebagai salah
satu tolok ukur terselenggaranya pembinaan yang baik dan profesional bagi
narapidana khususnya program pembinaan kemandirian. Sedangkan tujuan diselenggarakan
kegiatan ini adalah untuk mengembangkan bakat dan potensi diri narapidana,
serta membangkitkan motivasi untuk mencintai alam.
Terinspirasi dan termotivasi
dengan program napi berkebun diatas, maka di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)
Muara Bulian menyelenggarakan “Pelatihan
Pertanian dan Berkebun” bagi anak
didik yang sudah berjalan mulai awal tahun 2016, dimana
dalam pelatihan ini lebih bersifat memberikan edukasi dan memperkenalkan kepada
warga binaan anak dalam bertani dan berkebun. Dengan edukasi ini diharapkan anak-anak dapat mengerti
dan memahami tentang cara menanam, mengolah tanah dan mengenal sifat-sifat
tanaman, hal ini sangat diperlukan agar pelaksanaan pelatihan dapat berjalan
dengan baik dan bermanfaat.
Pelaksanaan pelatihan ini
memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki
oleh LPKA Muara Bulian, tenaga pembina dan pengawas dilakukan oleh petugas di
jajaran Seksi Binadik, tenaga instruktur adalah salah satu WBP wanita yang
mempunyai keahlian di bidang pertanian dan perkebunan, sedangkan peserta
pelatihan adalah warga binaan anak. Adapun lokasi pelatihan adalah lahan tidur di dalam LPKA yang selama
ini belum pernah digarap untuk lahan pertanian. Metode dan materi pelatihan
meliputi :
-
Metode pelatihan dengan
menggabungkan antara teori dan praktek lapangan, jadi disini teori sedikit
langsung dipraktekkan semisal pengolahan tanah maka teori di berikan di
lapangan langsung dipraktekkan, demikian juga dengan materi yang lainnya.
-
Materi yang diberikan adalah
penggarapan lahan tidur menjadi lahan siap tanam, pengenalan sifat-sifat
tanaman, penyemaian bibit tanaman, penanaman, perawatan tanaman, dan panen. Disamping itu
dilatih juga untuk penanaman dengan menggunakan media polybag.
Dari pelatihan tersebut sekarang sudah nampak hasilnya, lahan yang
tadinya ditumbuhi rumput alang-alang sekarang dipenuhi beraneka sayuran dan tanaman lainnya,
anak-anak sudah mulai mengerti cara mengolah tanah serta proses penanamannya. Motivasi untuk bertani dan berkebun sudah mulai tampak pada
anak-anak. Program berkebun ini
diharapkan bisa menjadi therapy mental
healing (terapi penyembuhan mental) bagi anak-anak di LPKA karena mereka menjalani proses kegiatan berkebun dengan
menyenangkan dan dapat meringankan beban mereka selama menjalani masa pidana.
Mereka juga jadi punya ketrampilan dan keahlian sebagai bekal hidup kelak diluar LPKA. Terus berlatih, rajin,
trampil insyaallah
bermanfaat.....selamat berjuang.
(dw)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar