Kamis, 24 Maret 2016

LPKA Berkebun



 LPKA Berkebun
“Menambah Ketrampilan sekaligus terapi penyembuhan mental”

                Pada tanggal 18 – 20 Desember 2015 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Inisiatif Biru Lestari ( WAIBI ) menyelenggarakan “Festival Napi Berkebun” di Jakarta, yang mana kegiatan ini merupakan suatu perwujudan dari Visi Pemasyarakatan Produktif sebagai salah satu tolok ukur terselenggaranya pembinaan yang baik dan profesional bagi narapidana khususnya program pembinaan kemandirian. Sedangkan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan bakat dan potensi diri narapidana, serta membangkitkan motivasi untuk mencintai alam.

                Terinspirasi dan termotivasi dengan program napi berkebun diatas, maka di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Muara Bulian menyelenggarakan “Pelatihan Pertanian dan Berkebun” bagi anak didik yang sudah berjalan mulai awal tahun 2016, dimana dalam pelatihan ini lebih bersifat memberikan edukasi dan memperkenalkan kepada warga binaan anak dalam bertani dan berkebun. Dengan edukasi ini diharapkan anak-anak dapat mengerti dan memahami tentang cara menanam, mengolah tanah dan mengenal sifat-sifat tanaman, hal ini sangat diperlukan agar pelaksanaan pelatihan dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat.

                Pelaksanaan pelatihan ini memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh LPKA Muara Bulian, tenaga pembina dan pengawas dilakukan oleh petugas di jajaran Seksi Binadik, tenaga instruktur adalah salah satu WBP wanita yang mempunyai keahlian di bidang pertanian dan perkebunan, sedangkan peserta pelatihan adalah warga binaan anak. Adapun lokasi pelatihan adalah lahan tidur di dalam LPKA yang selama ini belum pernah digarap untuk lahan pertanian. Metode dan materi pelatihan meliputi :

-          Metode pelatihan dengan menggabungkan antara teori dan praktek lapangan, jadi disini teori sedikit langsung dipraktekkan semisal pengolahan tanah maka teori di berikan di lapangan langsung dipraktekkan, demikian juga dengan materi yang lainnya.

-          Materi yang diberikan adalah penggarapan lahan tidur menjadi lahan siap tanam, pengenalan sifat-sifat tanaman, penyemaian bibit tanaman, penanaman, perawatan tanaman, dan panen. Disamping itu dilatih juga untuk penanaman dengan menggunakan media polybag.


Dari pelatihan tersebut sekarang sudah nampak hasilnya, lahan yang tadinya ditumbuhi rumput alang-alang sekarang dipenuhi beraneka sayuran dan tanaman lainnya, anak-anak sudah mulai mengerti cara mengolah tanah serta proses penanamannya. Motivasi untuk  bertani dan berkebun sudah mulai tampak pada anak-anak. Program berkebun ini diharapkan bisa menjadi therapy mental healing (terapi penyembuhan mental) bagi anak-anak di LPKA  karena mereka menjalani proses kegiatan berkebun dengan menyenangkan dan dapat meringankan beban mereka selama menjalani masa pidana. Mereka juga jadi punya ketrampilan dan keahlian sebagai bekal hidup kelak diluar LPKA. Terus berlatih, rajin, trampil  insyaallah bermanfaat.....selamat berjuang. (dw)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar